Story mondok
My stories
Tahun 1999
merupakan sejarah dalam hidupku, dimana aku memulai masuk dunia pesantren. Tak
terbayangkan sebelumnya akan berpisah dengan orang tua demi mencari ilmu.
Ketika ada yang menawarkan untuk masuk pesantren, saya pun
siap dan tertarik untuk menimba ilmu di pesantren. Awal pertama masuk
pesantren terasa asing karena kami satu sama lain belum saling mengenal. Ketika
malam pertama tinggal di pesantren yang aku pikirkan bukan takut ke syetan
kalau mau pergi ke kamar mandi karena antara kamar mandi dan kamar asrama jauh
dan di kelilingi hutan ( maklum pada saat itu keadaan pesantren sangat
sederhana). Tapi pada saat itu aku masih suka ngompol, dan ternyata emakku juga
memiliki perasaan yang sama. Dan alhamdulillahnya setelah masuk pesantren
kebiasaan ngompol itu sembuh dengan sendirinya. Biasanya pada awal mesantren
itu selalu diiringi dengan tangisan tapi berbeda denganku, aku malah merasa
Bahagia karena terhibur dengan acara-acara yang diagendakan oleh pihak
pesantren.
Dipesantren
aku diajarkan bagaimana belajar disiplin berbagai ilmu pengetahuan umum maupun
agama, seni serta skill bahasa. Ada yang tak mampu aku kuasai sampai saat ini
jika sudah berhubungan dengan seni dan olahraga. Cerita konyolku waktu itu
mencoba mengikuti kursus drum band dan
alhasil aku kena semprot terus sama pelatihnya karena ga bisa terus. Dan
akhirnya aku keluar dari kursus drum band tersebut. Dan ternayata aku baru
sadar bahwa tidak semuanya mampu aku kuasai. Yang paling berkesan dan terasa
punya nilai lebih sampai saat ini bagiku adalah pembiasaan berbahasa arab dan
inggris. Karena dengan menguasai dua bahasa ini mempermudah dalam memahami ilmu
lainnya yang serumpun. Bisa berbahasa arab dan inggris merupakan suatu
kebanggan dalam hidupku walaupun logatnya tetap orang lurah. Dengan memahami
dua bahasa ini aku mendapat kemudahan dalam menyelesaikan tugas mata kuliah dan
ternyata test berbahasa juga ada dalam persyaratan test CPNS. Mungkin banyak
orang yang bisa memahami bahasa, tapi belum tentu terbiasa menggunakannya dalam
percakapan. Dalam penguasaan bahasa ini tentu tidak dengan mudahnya butuh
komitmen antara diri kita sendiri untuk mengikuti semua peraturan pondok.
Pondok memberikan target bagi siswanya untuk mahir berbahasa arab dan inggris
dalam 6 bulan, bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi. Pada saat itu aku dan
seluruh santri mentaati semua aturan di pesantren dengan baik. Walaupun tetap
sering juga dipanggil oleh bagian bahasa karena melanggar aturan berbahasa dan
kena hukuman. Tapi kami jalani semua itu dengan suka cita. Tak perlu ditanya
sudah berapa kali dijemur gara-gara melanggar bahasa atau kedisiplinan lainnya.
Tapi pada saat itu aku dan teman- teman menjalaninya dengan ikhlas karena
kesalahan diri sendiri, alhamdulillah dan insyaAllah berkah ilmu yang
didapatkan dari pesantren Nurul Madaany. Ada hal yang paling aku ingat sampai
saat ini ketika kami benar-benar berusaha untuk tidak melanggar bahasa. Temanku
mau ngomong “pusing tujuh keliling’dan ia tidak tau bahasa inggrisnya, kemudian
ide kreatifnya pun mulai menari-nari dan menemukan kosakata baru yaitu “
headache seven kuer-kuer”. Dan menjadi bahasa kami ketika akan mengatakan
pusing tujuh keliling, padahal setelah buka kamus ternyata dizzy dalam bahasa
inggrisnya. Sama halnya dalam berbahasa arab, ketika mau ngomong buah kecapi
karena tidak tahu bahasa arabnya maka otak temanku pun berfikir dan menemukan
mufradat baru tuffah banten. Itulah saking kami taatnya dalam mengikuti aturan
pondok.
Selama
mesantren banyak sekali kenangan indah yang aku rasakan dan menjadi kenangan sampai saat ini. Begitu
banyak ilmu dan pengalaman berharga selama di pondok. Aku merupakan Angkatan satu di pesantren Nurul
Madaany, pada saat itu keadaan pesantren sangat sederhana, tapi aku tak kaget
toh aku sudah terbiasa hidup sederhana karena aku bukan dari kelurga berada.
Emakku hanyalah seorang pedagang kangkung kelilling yang begitu semangat dalam mendukung
aku untuk mengenyam Pendidikan di pesantren.hal yang paling aku dan teman-teman
rindukan adalah malam jumát karena malam libur kami bisa menikmati waktu
longgar bercanda di lapangan dengan teman-teman karena pada saat itu belum ada
NOBAR . moment itu kami manfaatkan untuk makan-makan di lapangan sambil ngobrol
santai serta menikmati pemandangan langit di malam hari yang begitu indah.
Sekitar jam 03.30 kami pun sudah bersiap-siap untuk bangun shubuh dan mengantri
di kamar mandi, karena kamar mandi ngantri aku masih bisa tidur di deket kamar
mandi walau pun hanya beralaskan
tumpukkan kayu sambal nunggu giliran kamar mandi. Setelah shalat shubuh pada
hari jumát kami melakukan directmethode. Moment ini sangat kami tunggu- tunggu
karena setelah directmethode kami JJS ke luar pondok. Rasanya liat jalan aja
sudah senang karena maklumlah kami tidak diperbolehkan kelunyuran ke luar
pondok, hal tersebut demi keamanan dan kedisiplinan santri.hari-hari kami
dipenuhi dengan jadwal yang full sehingga pada saat itu kami senang sekali
kalau mati lampu karena bisa belajar di kamar tanpa harus ke majlis lailatul
qadar untuk muwajahah ( jangan ditiru ya..) karena pada saat itu pondok belum
memiliki genset. Dan yang paling asyik kalo sudah musim hujan, karena medan
untuk ke sekolah harus melewati jalan licin, maka biasanya jika ada yang
terjatuh maka otomatis kami belajar di kamar saja dengan di damping ustadzah,
pada saat seperti itu kami senang seklai menunggu pengumuman dari speaker ‘’
al- I’lan anna hadzal yaum, yaumul ‘utlah” mendengar pengumumman seperti itu
pun kami sontak bersuka ria, padahal hanya tidak pergi ke kelas doang
pembelajaran tetap dilakukan di kamar masing-masing. Di pesntern kami dibekali
ilmu agama seperti belajar kitab yang sampai saat ini aku masih merasa gundah
karena ilmu kitab yang sudah aku pelajari rasanya menguap karena tidak
diamalkan, semoga lewat tulisan ini ada yang mengaamiinkan Allah beri jalan
supaya aku bisa mengamalkannya Kembali kepada orang lain.
Tak terasa 6
tahun sudah aku lalui tanpa hambatan, sedih dan bahagia rasanya ketika acara
haflah, kami dinyatakan lulus dan selesai menjalani masa Pendidikan di
pesantren Nurul Madaany. Setelah kelulusan aku dan beberapa temanku diminta
untuk mengabdikan diri di pesantren, kami sambut tawaran itu dengan suka cita.
Ketika kami mengabdi banyak sekali pelajaran dan hikmah yang dapt dipetik karena
sejatinya seorang pengajar itu sebenarnya sedang belajar bagaimana menjadi
pengajar yang baik. Semua kedisiplinan dan pembiaasaan yang pernah kami terima
pada saat mesantren, kami terapkan Kembali kepada santri dan alhamdulillah
insyaAllah berkah, mohon maaf yang sebesar-besarnya yang dulu sering kena
sidang oleh kami, semata-mata semua itu demi kebaikkan santri, dan hal tersebut
tidak jarang terlontar lewat mulut alumni ketika bertemu’’ ustadzah, masih
ingat gak dulu saya sering di sidang sama ustadzah karena melanggar bahasa,
tapi alhamdulillah dengan kedisiplinan yang diterapkan akhirnya saya bisa
berbahasa’’. Pembaca Budiman tentunya semua sanksi itu tidak mengandung unsur
kekerasan, semua sanksi itu bersifat kedisiplinan dan tanggungjawab atas
pelanggaran, jadi salah ketika ada statement bahwa pesantren itu sarang
kekerasan, itu tidak benar.
sekarang ini pesantren Nurul Madaany memiliki fasilitas yang lengkap dan nyaman, jadi insyaAllah santri akan betah tinggal di pondok. di pondok ini juga tersedia beberapa pilihan program pendidikan
Bagi orang
tua yang galau atau pun bingung mau melanjutkan kemana untuk Pendidikan
anaknya, maka jawaban yang tepat yaitu di pesantren Nurul Madaany, karena sudah
terbukti banyak melahirkan generasi penerus yang mampu bersaing di berbagai bidang. Testimoni sendiri alhamdulillah lolos menjadi aparatur
negara dengan pesaing ribuan dan mendapat peringkat ke 5, tentu selain karena
sudah takdir hal tersebut wasilahnya karena mendapatkan ilmu di pesantren Nurul
Madaany serta selalu mendapatkan doá dari seluruh guru di pesantren Nurul
Madaany. Tak perlu takut dengan rizki selama memondokkan anak, karena dulu juga
emak hanyalah seorang pedagang kangkung keliling yang memilki mimpi tinggi buat
anaknya dan alhamdulillah mimpinya jadi kenyataan.. jangan takut bermimpi,
karena dari mimpilah awal pencapaian sebuah cita-cita.
Harapanku
sebagai alumni juga keluarga besar pondok pesantren Nurul Madaany berharap dan
selalu berdoá semoga dewan guru dan seluruh santri pondok pesantren Nurul
Madaany selalu dalam keadaan sehat waláfiat serta selalui dalam lindungan Allah
SWT, maju terus pondokku. Semoga lelah para asatidz menjadi ladang pahala yang
akan menjadi wasilah mendapatkan ridha Allah dan semoga kita semuanya
dikumpulkan di surga kelak nanti.
Akhir kata
terima kasih kepada Allah karena telah memberi kesempatan bisa menimba ilmu di
pesantren Nurul Madaany, terima kasih emak dan keluarga yang tanpa lelah
berusaha agar anaknya mampu mengenyam Pendidikan di pesantern Nurul Madaany
walau terkadang mungkin jadi cibiran orang karena kami bukan dari keluarga mampu, terima kasih
tak terhingga kepada mudirul ma’had, mudhiroh, pandawa lima, dan seluruh dewan
asatidz yang tidak bisa disebutkan namun selalu dalam hati, terima kasih yang
tak terkira kepada almarhum kyai H. Uqon Bulqoini dan kyai H. Khodamul Quddus, guru spiritual
kami , kami bersaksi beliau merupakan kekasih Allah semoga kami bisa perkumpul
di surga kelak dengan beliau, almarhumah ibu hj Ule ( beliau guru ketika di
Madrasah juga teman emak) yang selalu menyiapkan sarapan buat aku, istilah
sundanya selalu melang kalo punya rizqi selalu disishkan untukku, almarhum
bahasa haji Qosim Abdul Mukti guru kitab ( ketika sudah sepuh pun beliau tetap
semangat mengajar kitab kepada kami setiap jumát ashar) dan almarhum Ust. H.
Johari Asta guru yang humoris, semoga Allah menempatkan beliau semua di surga
aamiin. Sekian true story selama di pesantren semoga pembaca dapat mengambil
himahnya.. yuk mondok, mondok di pesantren Nurul Madaany.
Biodata
penulis
Nama : Nurhasanah,S.Pd.I
Lahir
: Lebak, 11 September 1986
Pendidikan : Mengenyam Pendidikan di SDN Sipayung II
Kemudian melanjutkan pendidikan tingkat
SMP dan SMA di Pesantren Nurul Madaany
Melanjutkan kuliah di STAI La Tansa Mahiro
Pekerjaan
: ASN di MIN 7 Tangerang
WA :
081213394677
FB : Nasya Ashyla Alkhalysha
Email : nurhasanah19860911@gmail.com
Komentar
Posting Komentar